Duabelas Hari
bersama Sang Waktu
Pernahkah kalian berfikir untuk
kembali ke suatu masa yang sangat kalian inginkan? Atau kalian pernah berfikir
untuk memberhentikan waktu saat ini juga karena di saat itu kalian sedang
bersama seseorang yang kalian sayangi?. Setiap manusia pasti pernah berfikir
demikian, namun sang waktu akan tetap berjalan berdampingan dengan manusia
serta menunjukkan tempat terbaik dalam kehidupan.
Hai ,
aku Vanya setelah sekian lamanya aku menjomblo kini aku rasa aku sudah memulai
untuk membuka lembaran buku cerita tentang kisah cintaku. Semua ini dimulai
dari dua bulan yang lalu, saat aku mengenalnya seorang laki-laki selalu membuat
jantungku berdegup kencang saat manik di kedua bola matanya tertatap lurus
menghadapku dan saat itulah aku mulai merasa ada yang aneh antara aku dan
laki-laki itu. Yah, jodoh memang takkan kemana setelah beberapa waktu
berkenalan benar saja rasaku ini mendapatkan jawaban darinya. Setelah satu
bulan pendekatan, saat ini aku sudah resmi mempunyai yah bisa dikatakan
pangeran berkuda putihku untuk saat ini Darren !! ya namanya Darren satu tahun
lebih tua diatasku panggilan kakak pun sekarang telah berubah menjadi hmm sayang
untuknya.
Kisah ini
berjalan sangat manis sampai hari kedelapan kami berpacaran. Setelah hari
berikutnya kami bertengkar hebat dan kalian tau? Masalah-masalah silih berganti
setiap harinya. Aku mendapati kenyataan bahwa Darren yang statusnya adalah
pacarku pergi berduaan dengan seorang gadis yang setelah aku mencari infomasi
itu adalah mantannya. Tak pelak aku marah saat itu, mungkin saat itu tingkahku
terlihat seperti anak kecil namun alasan yang diberikan Darrenpun tak masuk
akal. Tepatnya jam sepuluh malam di hari kedua belas kami pacaran, hubungan itu
pun kandas.
Di dalam
lubuk hatiku yang paling dalam aku percaya aku masih menyayangi nya dan ada
sedikit perasaan kecewa saat aku memutuskannya namun dia tak menolak, bukan
sedikit ya sangat banyak. Kini, aku tak tau apa yang harus aku lakukan setiap
kali aku bertemu dengannya kami tidak lagi saling menatap, tersenyum ataupun
menyapa. Hampir setiap malam aku memikirkan Darren namun rasaku ini bertambah
sangat membencinya setelah aku melihat Darren dan mantannya itu selalu bersama
belakangan ini.
“ Oke, Vanya lo harus move on!! Mulai detik ini juga jangan
mikirin Darren lagi oke ! lo pasti bisa Vanya!!”. Ucapku pada diri sendiri
Ujian semester
ganjil telah diambang mata, akupun selalu disibukkan dengan tugas, tugas dan
tugas. Sedikit demi sdikit aku mulai melupakan sosok Darren karena memang aku
tak sempat untuk memikirkannya.
Satu minggu
ujian semester ganjil telah aku lewati. Ada sekitar dua minggu untuk liburan
kali ini, aku menghabiskan waktu liburanku dengan beberapa temanku Sonia, Febby
dan Tari. Kami berempat berlibur di Villa ayahnya Sonia yang berada di
Banyumanik, Semarang. Disana kami bersantai, bermain ataupun membahas sedikit
soal untuk materi semester baru. Dan aku yakin aku telah melupakan Darren!
***
Semester
baru pun dimulai dengan penuh keceriaan dan semoga saja ini menjadi tahun
terbaikku. Namun, setelah beberapa minggu aku menjalani hari-hari baruku
tiba-tiba saja fikiranku melayang mencari-cari sosok Darren yang baru aku
sadari tak nampak lagi. Akupun tak melihat Della mantannya bersama Darren lagi.
“Ehh lo bengong lagi Van?”. Sebuah tepukan pelan Tari
membuyarkan lamunanku
Responku pun hanya tersenyum kikuk
“Van, lo tau gak kalo si Della mantannya Darren itu pacaran
dengan siapa Son ?”. Sebut Febby menunjuk-nunjuk Sonia karena kebingungan.
“Yogi?”. Tebak Sonia
“Udah deh ga penting banget sih di obrolin, lagian gue juga
udah ga perduli lagi “. Serangku dengan kata-kata sedikit menaikkan oktaf di
nadanya.
Sonia, Febby dan Tari pun hanya diam aku tau mereka ingin
menjaga perasaanku.
Darren..
Darren!! Gila nama itu selalu muncul di kepalaku malam ini. Alhasil, aku tak
bisa tidur semalaman karena itu semua aku bertekat untuk menanyakan Darren sekali
ini aja sama si Della mantannya itu alasannya simple, yak arena akhir-akhir
sebelum dia mengilang Darren selalu bersama Della. Setelah membuat keputusan
itu ajaibnya aku bisa tidur.
“ Kemana sih tu anak, giliran ga dicariin juga nongol mulu”.
Bisikku pada diriku sendiri
Tak lama menunggu Honda Jazz putih berstiker Doraemon kecil
di pinggir kaca depan mobil itu pun berjalan mulus melewatiku aku terus
memperhatikannya sampai mobil itu terparkir tepat bersebelahan dengan gedung
Gym. Della pun keluar dari mobilnya bersamaan dengan pacarnya Yogi.
“Dell, gue mau ngomong”. Seru ku saat mereka berdua berjalan
didepanku
“Hmm..”. Dia celingukan kekanan kekiri memastikan dial ah yang
aku ajak bicara. “Ngomong apa ya?”
“Lo tau sekarang Darren dimana?”.
Della seperti habis ngeliat perampokan muka nya pucat dan “
Mau ngapain lagi lo sama Darren?”.
“Gue hmm cuma mau liat keadaannya aja kok dell”.
“Dia baik, udah ya gue gapunya waktu banyak”. Dia berbalik
dan pergi ninggalin gue yang bingung setengah mati akan sikapnya
Tanpa sepengetahuan
teman-teman ku, aku selalu berusaha mencari informasi tentang keberadaan
Darren. Menurut aku aneh aja tu anak tiba-tiba ngilang dan ada sedikit perasaan
cemas dari dalam hatiku. Mungkin Della risih juga kemana-mana aku selalu
ngintilin dia dan aku gak goyah sedikit pun untuk selalu bertanya tentang
Darren ke dia.
“ Dell, please lo kasi tau gue… “
“Okee stop ngintilin gue, gue bakalan bawa lo ketempat
Darren sekarang!” potongnya
Namun kata-kata itu berhasil
membuat senyum aku melebar. Akupun dibawa Della ke suatu perkampungan kecil
yang gak akan pernah aku tau kalau bukan Della yang membawaku kesini. Namun,
aku sungguh sangat heran ketika Della membawaku ke pemakaman yang ditata sangat
rapi dan sekelilingnya dihiasi taman bermacam-macam bunga serta beberapa kolam.
“ Dell, lo jangan bercanda deh, ngapain kita kesini?”.
Della terdiam cukup lama sambil terus memandangiku dan Della
menangis dihadapanku. Aku bingung tak tau apa yang terjadi dan apa yang harus
aku lakukan.
“Dell, lo kok nangis sih gue nanya ngapain kita ke ..”.
“Darren udah ga ada Vanya! Darren udah ninggalin kita semua!”.
Teriaknya histeris
Sungguh kata-kata yang membuat
hatiku sangat hancur aku merasa seperti dihujam balok besi sungguh sakit. Aku terpaku
untuk beberapa saat kakiku mulai mundur selangkah demi selangkah. Aku tidak tau
lagi apa yang harus aku lakukan hanya satu difikiranku saat ini lari lari dan
lari. Samar-samar aku mendengar Della menjerit “ Maafin gue Vanya, ini semua
Darren yang minta!”. Namun aku terus saja berlari, hujan gerimis yang terus
berjatuhan dari langit menemani hatiku yang mati rasa akan luka, seolah langit
tau akan segala kepedihan yang aku alami. Langit menangis
Setelah
beberapa minggu kemudian aku menemukan sebuah paket yang berisikan tiga tangkai
mawar pink,kuning dan hitam yang telah dan secarik amplop pink sebagai
pembalutnya. Tanganku pun dengan sigap membuka surat kecil itu.
To :
Vanya wanita yang selalu membuatku bahagia
From :
Darren yang selalu mencintaimu
Hai,
Vanya mungkin saat kamu membaca surat ini, kamu sudah sangat membenciku. Maafkan
aku sebelumnya karena aku tidak menceritakan kondisiku sama kamu. Percayalah
aku tidak main-main dalam hubungan kita saat itu aku benar-benar mencintaimu. Aku
ingin selalu ada didekat kamu Vanya menjaga kamu, memanjakanmu dan
membahagiakanmu. Namun, aku sadar aku tak punya banyak waktu untuk melakukan
itu semua. Aku sadar menjadi pacar mu adalah kesalahan terbesarku karena aku
hanya bisa membuat kamu terluka. Ketahuilah bahwa orang yang sangat kau benci
ini mempunyai penyakit mematikan aku tidak memberitahumu karena aku fikir kau
akan jijik denganku. Dan soal kedekatan aku dan Della hanya karena ayahnya
adalah dokter yang merawatku disaat aku sakit tidak lebih van, aku hanya
menganggapnya adikku sendiri. Dan aku sudah sangat bahagia bisa melihatmu
tertawa bahagia bersama teman-temanmu dan melupakan aku. Entah sampai kapan
surat ini sampai ditanganmu aku hanya meminta satu hal setelah kamu membaca
surat dariku ini jangan biarkan air matamu membasahi kedua pipimu itu karena
aku akan sedih jika melihat orang yang aku cintai untuk kesekian kalinya
terluka.
Oh ya ada tiga mawar untukmu
Pink, karena aku sangat mecintai dan menyayangimu
Kuning, berilah kesempatan kedua untuk memaafkanku
Hitam, untuk aku Darren bodoh yang meninggalkan bidadariku selamanya !
Pink, karena aku sangat mecintai dan menyayangimu
Kuning, berilah kesempatan kedua untuk memaafkanku
Hitam, untuk aku Darren bodoh yang meninggalkan bidadariku selamanya !
Maafkan aku vanya, please don’t ever hate me. I promise
to always take care of you
from the sky and
I hope we will meet in heaven. I love you Vanya
you always in my heart J
Tubuhku berguncang hebat setelah
membaca surat itu, maafkan aku Darren aku ga bisa untuk tidak menangis saat
ini. Tapi, aku berjanji akan kembali tersenyum untukmu. Ketahuilah bahwa aku
juga sangat mencintaimu Darren. Kamu akan tetap menjadi pangeranku selamanya
Big thanks banget buat yang udah baca ni cerpen. Ini adalah
cerpen perdana yang pertama kali saya post semoga readears menyukainya ya,
sebagai pembaca yang baik like+comment ni cerpen ya. Semoga aka nada cerpen-cerpen
yang bakal mengisi blog saya ini sekali lagi Thankyou^^
keren :)
BalasHapusmampir yuk ke http://www.dksapuutra.blogspot.com
kasih komen yaa :D
thanks ya :)
Hapusohh ini cerpen? kirain tadi curhatan kamu hhaha :D
BalasHapusbtw postingannya bagus :)
mampir ke blog aku juga dong, kasih comment juga kalau bisa :D
http://www.anisaoktariani.blogspot.com
http://huftbangets.blogspot.com/2013/07/dua-belas-hari-bersama-sang-waktu.html
BalasHapustulisan km yg ini dcopy terus dshare di blog dia tuh :)