Not you!
Angin malam mengantarkan segalanya,
mengantarkan kepedihan, luka dan sunyi kembali. Apa? Menurut kamu hal yang
paling menyakitkan ketika seseorang itu telah direnggut telah hilang bersama
kenangan kini kenyataan telah datang membawa serpihan silet yang berterbangat
membuat dada sesak hingga aku tak dapat merasakan rongga pernapasanku secara
normal. Oksigenku telah hilang kau rampas secara paksa, cahayaku kau redupkan
dengan jubahmu tanpa sepengetahuanku! Sebegitukah? Huh?
Apa aku
berdosa ntuk terus menutup pintu hatiku setelah seseorang datang? Apakah aku
berdosa untuk mengabaikannya dan terkurung dalam duniaku yang tak kunjung
kembali seperti dulu?. Salahku?
Aku terus merasa takut! Takut dan takut, saat aku memulainya
aku merasa begitu canggung karena aku memang belum sembuh dari luka hati ini
sepenuhnya. Saat aku bangkit memupuk harapan kembali …
Kamu..
pangeranku yang jauh disana aku mulai membuka hatiku, aku mulai untuk kembali
menjadi diriku yang dulu, karena aku yakin kamu bisa membawaku ke negeri dongeng
kita. Ucapan sederhana yang kamu ucap disetiap pagi dan malamku membuatku
terenyuh membuatku mulai tersenyum sendiri saat mengingatnya membayangkan
betapa indah goresan tuhan di wajahmu saat kubayangkan ekspresimu. Tak banyak
namun kalimat sederhana itu bisa merubah hariku.
Ya aku
ingat saat dimana aku sengaja mempermainkanmu hanya untuk melihat seberapa
besar perjuanganmu untukku. Aku sangat bahagia ketika kamu tidak goyah dan
tetap mendekatiku, aku suka itu!. Namun, saat kedua kalinya kenapa kamu ragu?
Sadarlah sudah banyak hal-hal yang aku lakukan agar kamu tersadar bahwa selama
ini aku berbohong tidak perduli, terhadap kamu. Namun percayalah setiap hari
aku selalu memikirkanmu, berharap kamu tetap berdiri dan berlari ke arahku,
tolong jangan kembali teruslah berjalan walau lambat aku menunggumu, kamu
taukan menunggu itu membuang semua energy ku aku tidak suka itu!
Ayolah!
Tapi, kamu mengecewakanku aku kembali terjatuh! Kamu
menyerah disaat kamu mulai menggapaiku namun kamu lepaskan aku dan kamu sentakkan
aku hingga dasar. Malam itu aku ingat kamu mengabariku tentang statusmu saat
itu, taukah kamu saat itu aku sangat rapuh. Dengan bangga kamu perkenalkan dia
kepadaku, aku tersenyum memberikan selamat aku mendo’akan kalian :”)
Ya
Tuhan apa yang harus aku lakukan? Berdiam? Tinggal? Ataukah pergi?.. sudah
sekian kalinya hal ini terjadi apakah aku harus berhenti untuk menyukai?
Berhenti membuka hati?
its just a story :)