Senin, 24 Juni 2013

Duabelas Hari bersama Sang Waktu


Duabelas Hari bersama Sang Waktu

Pernahkah kalian berfikir untuk kembali ke suatu masa yang sangat kalian inginkan? Atau kalian pernah berfikir untuk memberhentikan waktu saat ini juga karena di saat itu kalian sedang bersama seseorang yang kalian sayangi?. Setiap manusia pasti pernah berfikir demikian, namun sang waktu akan tetap berjalan berdampingan dengan manusia serta menunjukkan tempat terbaik dalam kehidupan.
                Hai , aku Vanya setelah sekian lamanya aku menjomblo kini aku rasa aku sudah memulai untuk membuka lembaran buku cerita tentang kisah cintaku. Semua ini dimulai dari dua bulan yang lalu, saat aku mengenalnya seorang laki-laki selalu membuat jantungku berdegup kencang saat manik di kedua bola matanya tertatap lurus menghadapku dan saat itulah aku mulai merasa ada yang aneh antara aku dan laki-laki itu. Yah, jodoh memang takkan kemana setelah beberapa waktu berkenalan benar saja rasaku ini mendapatkan jawaban darinya. Setelah satu bulan pendekatan, saat ini aku sudah resmi mempunyai yah bisa dikatakan pangeran berkuda putihku untuk saat ini Darren !! ya namanya Darren satu tahun lebih tua diatasku panggilan kakak pun sekarang telah berubah menjadi hmm sayang untuknya.
                Kisah ini berjalan sangat manis sampai hari kedelapan kami berpacaran. Setelah hari berikutnya kami bertengkar hebat dan kalian tau? Masalah-masalah silih berganti setiap harinya. Aku mendapati kenyataan bahwa Darren yang statusnya adalah pacarku pergi berduaan dengan seorang gadis yang setelah aku mencari infomasi itu adalah mantannya. Tak pelak aku marah saat itu, mungkin saat itu tingkahku terlihat seperti anak kecil namun alasan yang diberikan Darrenpun tak masuk akal. Tepatnya jam sepuluh malam di hari kedua belas kami pacaran, hubungan itu pun kandas.
                Di dalam lubuk hatiku yang paling dalam aku percaya aku masih menyayangi nya dan ada sedikit perasaan kecewa saat aku memutuskannya namun dia tak menolak, bukan sedikit ya sangat banyak. Kini, aku tak tau apa yang harus aku lakukan setiap kali aku bertemu dengannya kami tidak lagi saling menatap, tersenyum ataupun menyapa. Hampir setiap malam aku memikirkan Darren namun rasaku ini bertambah sangat membencinya setelah aku melihat Darren dan mantannya itu selalu bersama belakangan ini.
“ Oke, Vanya lo harus move on!! Mulai detik ini juga jangan mikirin Darren lagi oke ! lo pasti bisa Vanya!!”. Ucapku pada diri sendiri
                Ujian semester ganjil telah diambang mata, akupun selalu disibukkan dengan tugas, tugas dan tugas. Sedikit demi sdikit aku mulai melupakan sosok Darren karena memang aku tak sempat untuk memikirkannya.
                Satu minggu ujian semester ganjil telah aku lewati. Ada sekitar dua minggu untuk liburan kali ini, aku menghabiskan waktu liburanku dengan beberapa temanku Sonia, Febby dan Tari. Kami berempat berlibur di Villa ayahnya Sonia yang berada di Banyumanik, Semarang. Disana kami bersantai, bermain ataupun membahas sedikit soal untuk materi semester baru. Dan aku yakin aku telah melupakan Darren!
***
                Semester baru pun dimulai dengan penuh keceriaan dan semoga saja ini menjadi tahun terbaikku. Namun, setelah beberapa minggu aku menjalani hari-hari baruku tiba-tiba saja fikiranku melayang mencari-cari sosok Darren yang baru aku sadari tak nampak lagi. Akupun tak melihat Della mantannya bersama Darren lagi.
“Ehh lo bengong lagi Van?”. Sebuah tepukan pelan Tari membuyarkan lamunanku
Responku pun hanya tersenyum kikuk
“Van, lo tau gak kalo si Della mantannya Darren itu pacaran dengan siapa Son ?”. Sebut Febby menunjuk-nunjuk Sonia karena kebingungan.
“Yogi?”. Tebak Sonia
“Udah deh ga penting banget sih di obrolin, lagian gue juga udah ga perduli lagi “. Serangku dengan kata-kata sedikit menaikkan oktaf di nadanya.
Sonia, Febby dan Tari pun hanya diam aku tau mereka ingin menjaga perasaanku.
                Darren.. Darren!! Gila nama itu selalu muncul di kepalaku malam ini. Alhasil, aku tak bisa tidur semalaman karena itu semua aku bertekat untuk menanyakan Darren sekali ini aja sama si Della mantannya itu alasannya simple, yak arena akhir-akhir sebelum dia mengilang Darren selalu bersama Della. Setelah membuat keputusan itu ajaibnya aku bisa tidur.
“ Kemana sih tu anak, giliran ga dicariin juga nongol mulu”. Bisikku pada diriku sendiri
Tak lama menunggu Honda Jazz putih berstiker Doraemon kecil di pinggir kaca depan mobil itu pun berjalan mulus melewatiku aku terus memperhatikannya sampai mobil itu terparkir tepat bersebelahan dengan gedung Gym. Della pun keluar dari mobilnya bersamaan dengan pacarnya Yogi.
“Dell, gue mau ngomong”. Seru ku saat mereka berdua berjalan didepanku
“Hmm..”. Dia celingukan kekanan kekiri memastikan dial ah yang aku ajak bicara. “Ngomong apa ya?”
“Lo tau sekarang Darren dimana?”.
Della seperti habis ngeliat perampokan muka nya pucat dan “ Mau ngapain lagi lo sama Darren?”.
“Gue hmm cuma mau liat keadaannya aja kok dell”.
“Dia baik, udah ya gue gapunya waktu banyak”. Dia berbalik dan pergi ninggalin gue yang bingung setengah mati akan sikapnya
                Tanpa sepengetahuan teman-teman ku, aku selalu berusaha mencari informasi tentang keberadaan Darren. Menurut aku aneh aja tu anak tiba-tiba ngilang dan ada sedikit perasaan cemas dari dalam hatiku. Mungkin Della risih juga kemana-mana aku selalu ngintilin dia dan aku gak goyah sedikit pun untuk selalu bertanya tentang Darren ke dia.
“ Dell, please lo kasi tau gue… “
“Okee stop ngintilin gue, gue bakalan bawa lo ketempat Darren sekarang!” potongnya
Namun kata-kata itu berhasil membuat senyum aku melebar. Akupun dibawa Della ke suatu perkampungan kecil yang gak akan pernah aku tau kalau bukan Della yang membawaku kesini. Namun, aku sungguh sangat heran ketika Della membawaku ke pemakaman yang ditata sangat rapi dan sekelilingnya dihiasi taman bermacam-macam bunga serta beberapa kolam.
“ Dell, lo jangan bercanda deh, ngapain kita kesini?”.
Della terdiam cukup lama sambil terus memandangiku dan Della menangis dihadapanku. Aku bingung tak tau apa yang terjadi dan apa yang harus aku lakukan.
“Dell, lo kok nangis sih gue nanya ngapain kita ke ..”.
“Darren udah ga ada Vanya! Darren udah ninggalin kita semua!”. Teriaknya histeris
Sungguh kata-kata yang membuat hatiku sangat hancur aku merasa seperti dihujam balok besi sungguh sakit. Aku terpaku untuk beberapa saat kakiku mulai mundur selangkah demi selangkah. Aku tidak tau lagi apa yang harus aku lakukan hanya satu difikiranku saat ini lari lari dan lari. Samar-samar aku mendengar Della menjerit “ Maafin gue Vanya, ini semua Darren yang minta!”. Namun aku terus saja berlari, hujan gerimis yang terus berjatuhan dari langit menemani hatiku yang mati rasa akan luka, seolah langit tau akan segala kepedihan yang aku alami. Langit menangis
                Setelah beberapa minggu kemudian aku menemukan sebuah paket yang berisikan tiga tangkai mawar pink,kuning dan hitam yang telah dan secarik amplop pink sebagai pembalutnya. Tanganku pun dengan sigap membuka surat kecil itu.

To            : Vanya wanita yang selalu membuatku bahagia
From       : Darren yang selalu mencintaimu
                Hai, Vanya mungkin saat kamu membaca surat ini, kamu sudah sangat membenciku. Maafkan aku sebelumnya karena aku tidak menceritakan kondisiku sama kamu. Percayalah aku tidak main-main dalam hubungan kita saat itu aku benar-benar mencintaimu. Aku ingin selalu ada didekat kamu Vanya menjaga kamu, memanjakanmu dan membahagiakanmu. Namun, aku sadar aku tak punya banyak waktu untuk melakukan itu semua. Aku sadar menjadi pacar mu adalah kesalahan terbesarku karena aku hanya bisa membuat kamu terluka. Ketahuilah bahwa orang yang sangat kau benci ini mempunyai penyakit mematikan aku tidak memberitahumu karena aku fikir kau akan jijik denganku. Dan soal kedekatan aku dan Della hanya karena ayahnya adalah dokter yang merawatku disaat aku sakit tidak lebih van, aku hanya menganggapnya adikku sendiri. Dan aku sudah sangat bahagia bisa melihatmu tertawa bahagia bersama teman-temanmu dan melupakan aku. Entah sampai kapan surat ini sampai ditanganmu aku hanya meminta satu hal setelah kamu membaca surat dariku ini jangan biarkan air matamu membasahi kedua pipimu itu karena aku akan sedih jika melihat orang yang aku cintai untuk kesekian kalinya terluka.
Oh ya ada tiga mawar untukmu
Pink, karena aku sangat mecintai dan menyayangimu
Kuning, berilah kesempatan kedua untuk memaafkanku
Hitam, untuk aku Darren bodoh yang meninggalkan bidadariku selamanya !
Maafkan aku vanya, please don’t  ever hate me. I promise to always take care of you from the sky and I hope we will meet in heaven. I love you Vanya you always in my heart J

                Tubuhku berguncang hebat setelah membaca surat itu, maafkan aku Darren aku ga bisa untuk tidak menangis saat ini. Tapi, aku berjanji akan kembali tersenyum untukmu. Ketahuilah bahwa aku juga sangat mencintaimu Darren. Kamu akan tetap menjadi pangeranku selamanya


Big thanks banget buat yang udah baca ni cerpen. Ini adalah cerpen perdana yang pertama kali saya post semoga readears menyukainya ya, sebagai pembaca yang baik like+comment ni cerpen ya. Semoga aka nada cerpen-cerpen yang bakal mengisi blog saya ini sekali lagi Thankyou^^

4 komentar:

  1. keren :)
    mampir yuk ke http://www.dksapuutra.blogspot.com
    kasih komen yaa :D

    BalasHapus
  2. ohh ini cerpen? kirain tadi curhatan kamu hhaha :D
    btw postingannya bagus :)

    mampir ke blog aku juga dong, kasih comment juga kalau bisa :D
    http://www.anisaoktariani.blogspot.com

    BalasHapus
  3. http://huftbangets.blogspot.com/2013/07/dua-belas-hari-bersama-sang-waktu.html

    tulisan km yg ini dcopy terus dshare di blog dia tuh :)

    BalasHapus